Seuramoe Rinyeun

Jumat, 22 Maret 2013

ORANG TUAMU BUKAN BARANG RONGSOKAN.



(Nyesel kalo gak dibaca! jangan lupa bagikan setelah baca)


Di Jepang, dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya, sehingga tidak memberatkan kehidupan anak - anaknya..............

Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan. Karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya, berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar..........

Dalam senyumnya, dia berkata, 'Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa, Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat. Ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah".

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras. Kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.***


Pesan: "Orangtua" bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau Sukses atau saat engkau dalam keadaan Susah, hanya 'orangtua' yang mengerti kita dan bathinnya akan menderita jika kita susah.

"Orangtua" kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita. Walaupun kita pernah kurang ajar kepada orangtua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.

Mulai sekarang, mari kita lebih mengasihi orangtua kita
selagi mereka masih hidup.

I love you, my parents.....

Kamis, 21 Februari 2013

BILANGAN SEMPURNA

Dalam pembelajaran matematika pastilah dikenalkan beberapa jenis bilangan yang pada umumnya hanya terdiri dari bilangan bulat, bilangan genap, bilangan ganjil, bilangan prima, bilangan pecahan, bilangan cacah, dan bilangan asli. Selain beberapa bilangan sebetulnya masih banyak macam bilangan, hanya saja bilangan-bilangan yang wajib dipahami adalah bilangan yang disebutkan diatas. Salah satu bilangan yang jarang dimengerti adalah bilangan sempurna. Bilangan sempurna adalah bilangan yang sama dengan jumlah faktor-faktornya (kecuali bilangan itu sendiri). Salah satu contohnya adalah 28. Faktor dari 28: 1, 2, 4, 7, 14 dan 28. Jika kita jumlahkan (kecuali 28) menjadi 1+2+4+7+14=28; hasilnya sama dengan bilangan asal. Seperti inilah yang dinamakan bilangan sempurna. Bisakah mencari bilangan sempurna yang lainnya.....? Haruskah mencoba satu persatu...? bisa-bisa sehari baru ketemu 3 atau 4 bilangan saja. Sebetulnya ada rumusnya untuk mencari bilangan sempurna, berikut rumusnya: 2n–1(2n–1) dengan syarat n bilangan prima Silahkan mencoba.....! Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan matematika

Senin, 18 Februari 2013

Animasi tema

TAK BISA MENULIS PUISI

Aku tak bisa merangkai kata karena aku bukanlah seorang pujangga untuk menuliskan sebuah puisi cinta ataupun sebuah syair kerinduan Aku hanya bisa tatap wajahmu menulis puisi pada dinding rasa pada sentuhan embun yang basahi hatimu pada hembusan angin yang menerpa senyummu Hingga malam menemaniku menunggu fajar yang hampir tiba Bahkan bintang-bintangpun telah bergugur masih saja bait puisi belum terbaca seribu bintang masih menunggu di atas kelambu langit yang biru malampun masih terjaga di atas bumi tempat kita berbagi dalam rajutan cinta, dan berbagi cerita.

Kamis, 14 Februari 2013

KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Zhang Ta Menginspirasi Banyak Orang

KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Zhang Ta Menginspirasi Banyak Orang Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya lari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya. Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya. Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun. Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari. Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah. Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda. Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab," katanya. Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara. Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan. Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton. Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai. Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna. Setuju kan? Kalau SETUJU ayo LIKE dan SHARE ke teman - teman kita agar bisa meniru sikap luar biasa Zhang Da... Support By www.YoungAndSuccess.com

Rabu, 02 Januari 2013

music


ANNA UHIBBUKI YA HABIBI



jatuh cinta

Jatuh cinta itu jangan di dekati dengan nafsu, cinta itu dorongannya dari hati yang suci, jangan sampai terdorong karena disilaukan oleh penglihatan dan pendengaran semata, gunaan akal kita dalam mencinta, berpikir jangka panjang “cintaku ini akan kubawa ke akhirat”. Jadi bisa dipahami dong kalo cinta itu bukan hal yang main main, dari cinta ini kita bisa menjalin ukhuwah atau malah membuat perpecahan. Dari cinta yang tadinya tidak mengenal jadi mengenal, yang tadinya hanya bertemu sekilas di jalan jadi bertemu terus dijalan sambil benerin jalan,nyapu di jalan, hehe gue bercanda kok, tapi jangan salah, dari cinta juga bisa merusak jalinan persaudaraan, tadinya deket, merasa “wah dia soulmate gue nih, dia gue banget deh ya”,merasa saling mengerti, sekarang jadi rusak, ngeliat mukanya aja muak, liat bayangannya juga muak, denger namanya aja rasanya pingin muntah gak berhenti henti sampai danau toba tuh penuh hehe.

La takrabu zinnah “jangan dekati zinnah” ,pacaran yang ada sekarang bukan taa’ruf, cinta yang diharapkan adalah cinta karena Allah SWT, zat cinta datangnya dari Allah, mau mendapat cinta dekatilah sumber zat tersebut. Sholat aja jarang gimana mau mendapat soulmate, istilah kasarnya mah gitu.

Orang yang mencinta itu akan bahagia jika yang dicintainya itu bahagia, wajarnya sih begitu, berpikirlah sobat tidak pasti kita yang harus mendampingi dia untuk membahagiakannya. Maksudnya adalah cinta bertepuk sebelah tangan atau cinta yang tidak bersambut, bukan berarti kita harus memaksakannya. hehe ayo semangat

Jangan pernah mencari titik perbedaan dalam mencari seseorang yang akan kita cintai, perbedaan itu udah pasti,jadi ya gak usah dicari cari lagi, ada yang bilang “kita berbeda untuk saling melengkapi”, menurut gue sih itu perkataan yang aneh, secara gak sadar kota tuh mencintai seseorang karena banyaknya kecocokan kita dengan dia, wanita spesifik dan melihat secara detail. Sedangkan pria hanya umum melihat secara general, jadi perbedaan itu pasti tetapi kecocokan itu yang utama, jangan dekati cinta bila kita gak comfort dalam zona itu. Kita lihat seseorang dan langsung suka, ada 2 kemungkinan untuk menilai rasa kita saat itu, apakah nafsu atau cinta. Berdoalah kepada Allah semoga itu cinta.

Subhanallah cinta itu gelombang terkuat, bahkan ada penelitian kalo cinta dapat mematikan beberapa bagian otak, pantes ya ada yang bilang cinta itu buta hehe,tapi bukan berarti bagian oksipital kita yang tertutup, buta disini maksudnya berpikir gak logis gitu deh, bagaimana mengkontrol cinta ? dekatkanlah diri kepada Allah, kata ustadz ustadz sih begitu. Kadang kita denger suatu falsafah yang epic banget , “kalo udah jodoh mah gak kemana kok do”  (ini kenapa harus ditambahin do dibelakangnya hehe). Dengan mendekatkan diri kepada Allah, maka seluruh urusan kita pasti kita pasrahkan ke dia,termasuk jodoh, asiiik gaya omongan gue udah kayak ustadz ustadz aja haha, tapi emang bener loh, deep inside our heart obviously say yes.

Tanda cinta ada 3, yang pertama sering menyebut nyebut, bahaya untuk orang yang suka mengigau kayak gue ini, yang kedua mengingat ingat, dan yang ketiga selalu mencari perhatian, atau caper hehe.

Pemahaman cinta kata ustadz maulana (kalo gak tau siapa dia, dia itu ustadz yang jamaaaah WOY !! jamaah ), cinta itu ke semuanya, bersifat general, cinta itu umum, ke semua ciptaan Allah harus kita cintai, tapi pasangan hidup itu beda lagi,cara mencari pasangan hidup itu ada poinnya : kenali,yakini apakah dia benar benar pasangan kita jadi bila kita cemburu itu suatu detektro bahwa kita mmencintai dia karena kita yakin dia soulmate kita, yang ketiga ikhlaskan, dan terakhir setia atau istiqamah.

Intinya cinta itu harusnya tidak ada yang tersakiti, bila salah seorangnya ada yang tersakiti, berarti itu bukan cinta, walaupun cinta harus berkorban, tapi kalau ada yang gak nyiksa kenapa nggak ? hehe

Sabtu, 15 Desember 2012

Ketika Wanita Menangis



Jika wanita menangis di hadapan mu,Itu berarti dia tak dapat menahan nya lagi

Jika kamu memegang tangan nya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersama mu sepanjang hidup mu

Jika kamu membiarkan nya pergi,Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi diri nya yang duluSelamanya…………..

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,Kecuali di depan orang yang amat dia sayangiDia menjadi lemah

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,Hanya jika dia sangat menyayangi mu,Dia akan menurunkan rasa egois nya

Lelaki,Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,Tolong pegang tangan nya dengan pengertian

Dia adalah orang yang akan tetap bersama mu sepanjang hidup mu

Lelaki,Jika seorang wanita menangis karena mu,Tolong jangan menyia-nyiakan nya

Mungkin karena keputusan mu,Kau merusak kehidupan nya

Saat dia menangis di depan mu,Saat dia menangis karena mu,

Lihat lah mata nya……..

Dapat kah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakan nya?

Pikirkan………..

Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,Di depan mu dan karena mu……

Dia menangis bukan karena dia lemahDia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,Karena menangis dengan diam tidak lah memungkinkan lagi

Lelaki,

Pikirkanlah tentang hal itu

Jika seorang wanita menangisi hati nya untuk mu,Dan semua nya karena diri mu

Ini lah waktu nya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuk nya,Hanya kau yang tahu jawaban nya

Pertimbangkanlah

Karena suatu hari nantiMungkin akan terlambat untuk menyesal,Mungkin akan terlambat untuk mengatakan “MAAF!”

Dan semua nya akan terasa berarti saat kamu kehilangan semua nya. Semua yang sangat berarti untuk mu tapi kau tidak menyadari nya. Bahkan kau hanya menyia-nyiakan nya.

MENGAPA WANITA MUDAH SEKALI MENANGIS


wanita muslimah

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa ibu menangis?”
Ibu menjawab, “Sebab aku wanita.”
“Aku tidak mengerti, kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti…”
Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Aku sering melihat Ibu menangis tanpa sebab yang jelas.”
Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan.”
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita begitu mudah menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali mengangis?”
Dalam mimpinya, ia merasa seolah Tuhan menjawab:
“Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh bebah dunia dan isinya. Walaupun begitu, bahu itu harus cukup nyaman dan lembutuntuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan kekuatan kepada wanita untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau di kelak kemudaian hari ia kerap menerima cerca dan caci-maki dari anak yang dilahirkannya itu.
Kuberikan keperkasaan yang membuatnya pantang menyerah, tetap bertahan saat semua orang putus asa.
Kuberikan kepadanya kesabatan untuk merawat keluargana walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan kepada wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apa pun.
Walau sering anak-anaknya itu melukai hati dan perasaannya.
Perasaan peka inilah yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan pada bayi saat ia didekap dengan lembut.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab, tulang rusuklah yang mampu melindungi jantung dan hati manusia agar tidak terkoyak.
Kuberikan padanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan  pengertian bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaanya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inillah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenernya air mata ini adalah air mata kehidupan.”
Sumber: (Hari Teguh Patria, www.ukhuwah.or.id.)