Selasa, 08 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
ANNA UHIBBUKI YA HABIBI
jatuh cinta
Jatuh cinta itu jangan di dekati dengan nafsu, cinta
itu dorongannya dari hati yang suci, jangan sampai terdorong karena disilaukan
oleh penglihatan dan pendengaran semata, gunaan akal kita dalam mencinta,
berpikir jangka panjang “cintaku ini akan kubawa ke akhirat”. Jadi bisa dipahami
dong kalo cinta itu bukan hal yang main main, dari cinta ini kita bisa menjalin
ukhuwah atau malah membuat perpecahan. Dari cinta yang tadinya tidak mengenal
jadi mengenal, yang tadinya hanya bertemu sekilas di jalan jadi bertemu terus
dijalan sambil benerin jalan,nyapu di jalan, hehe gue bercanda kok, tapi jangan
salah, dari cinta juga bisa merusak jalinan persaudaraan, tadinya deket, merasa
“wah dia soulmate gue nih, dia gue banget deh ya”,merasa saling mengerti,
sekarang jadi rusak, ngeliat mukanya aja muak, liat bayangannya juga muak,
denger namanya aja rasanya pingin muntah gak berhenti henti sampai danau toba
tuh penuh hehe.
La takrabu zinnah “jangan dekati zinnah” ,pacaran
yang ada sekarang bukan taa’ruf, cinta yang diharapkan adalah cinta karena
Allah SWT, zat cinta datangnya dari Allah, mau mendapat cinta dekatilah sumber
zat tersebut. Sholat aja jarang gimana mau mendapat soulmate, istilah kasarnya
mah gitu.
Orang yang mencinta itu akan bahagia jika yang
dicintainya itu bahagia, wajarnya sih begitu, berpikirlah sobat tidak pasti
kita yang harus mendampingi dia untuk membahagiakannya. Maksudnya adalah cinta
bertepuk sebelah tangan atau cinta yang tidak bersambut, bukan berarti kita
harus memaksakannya. hehe ayo semangat
Jangan pernah mencari titik perbedaan dalam mencari
seseorang yang akan kita cintai, perbedaan itu udah pasti,jadi ya gak usah
dicari cari lagi, ada yang bilang “kita berbeda untuk saling melengkapi”,
menurut gue sih itu perkataan yang aneh, secara gak sadar kota tuh mencintai
seseorang karena banyaknya kecocokan kita dengan dia, wanita spesifik dan
melihat secara detail. Sedangkan pria hanya umum melihat secara general, jadi
perbedaan itu pasti tetapi kecocokan itu yang utama, jangan dekati cinta bila
kita gak comfort dalam zona itu. Kita lihat seseorang dan langsung suka, ada 2
kemungkinan untuk menilai rasa kita saat itu, apakah nafsu atau cinta.
Berdoalah kepada Allah semoga itu cinta.
Subhanallah cinta itu gelombang terkuat, bahkan ada
penelitian kalo cinta dapat mematikan beberapa bagian otak, pantes ya ada yang
bilang cinta itu buta hehe,tapi bukan berarti bagian oksipital kita yang
tertutup, buta disini maksudnya berpikir gak logis gitu deh, bagaimana
mengkontrol cinta ? dekatkanlah diri kepada Allah, kata ustadz ustadz sih
begitu. Kadang kita denger suatu falsafah yang epic banget , “kalo udah jodoh mah gak kemana kok do” (ini kenapa harus ditambahin do dibelakangnya
hehe). Dengan mendekatkan diri kepada Allah, maka seluruh urusan kita pasti
kita pasrahkan ke dia,termasuk jodoh, asiiik gaya omongan gue udah kayak ustadz
ustadz aja haha, tapi emang bener loh, deep inside our heart obviously say yes.
Tanda cinta ada 3, yang pertama sering menyebut
nyebut, bahaya untuk orang yang suka mengigau kayak gue ini, yang kedua
mengingat ingat, dan yang ketiga selalu mencari perhatian, atau caper hehe.
Pemahaman cinta kata ustadz maulana (kalo gak tau
siapa dia, dia itu ustadz yang jamaaaah WOY !! jamaah ), cinta itu ke semuanya,
bersifat general, cinta itu umum, ke semua ciptaan Allah harus kita cintai,
tapi pasangan hidup itu beda lagi,cara mencari pasangan hidup itu ada poinnya :
kenali,yakini apakah dia benar benar pasangan kita jadi bila kita cemburu itu
suatu detektro bahwa kita mmencintai dia karena kita yakin dia soulmate kita,
yang ketiga ikhlaskan, dan terakhir setia atau istiqamah.
Sabtu, 15 Desember 2012
Ketika Wanita Menangis
Jika
wanita menangis di hadapan mu,Itu berarti dia tak dapat menahan nya lagi
Jika
kamu memegang tangan nya saat dia menangis,
Dia
akan tinggal bersama mu sepanjang hidup mu
Jika
kamu membiarkan nya pergi,Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi diri nya
yang duluSelamanya…………..
Seorang
wanita tidak akan menangis dengan mudah,Kecuali di depan orang yang amat dia
sayangiDia menjadi lemah
Seorang
wanita tidak akan menangis dengan mudah,Hanya jika dia sangat menyayangi mu,Dia
akan menurunkan rasa egois nya
Lelaki,Jika
seorang wanita pernah menangis karena mu,Tolong pegang tangan nya dengan
pengertian
Dia
adalah orang yang akan tetap bersama mu sepanjang hidup mu
Lelaki,Jika
seorang wanita menangis karena mu,Tolong jangan menyia-nyiakan nya
Mungkin
karena keputusan mu,Kau merusak kehidupan nya
Saat
dia menangis di depan mu,Saat dia menangis karena mu,
Lihat
lah mata nya……..
Dapat
kah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakan nya?
Pikirkan………..
Wanita
mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,Di depan mu dan
karena mu……
Dia
menangis bukan karena dia lemahDia menangis bukan karena dia menginginkan
simpati atau rasa kasihan
Dia
menangis,Karena menangis dengan diam tidak lah memungkinkan lagi
Lelaki,
Pikirkanlah
tentang hal itu
Jika
seorang wanita menangisi hati nya untuk mu,Dan semua nya karena diri mu
Ini
lah waktu nya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuk nya,Hanya kau yang
tahu jawaban nya
Pertimbangkanlah
Karena
suatu hari nantiMungkin akan terlambat untuk menyesal,Mungkin akan terlambat
untuk mengatakan “MAAF!”
Dan
semua nya akan terasa berarti saat kamu kehilangan semua nya. Semua yang sangat
berarti untuk mu tapi kau tidak menyadari nya. Bahkan kau hanya menyia-nyiakan
nya.
MENGAPA WANITA MUDAH SEKALI MENANGIS
![]() |
| wanita muslimah |
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya
pada ibunya. “Ibu, mengapa ibu menangis?”
Ibu
menjawab, “Sebab aku wanita.”
“Aku tidak
mengerti, kata si anak lagi.
Ibunya hanya
tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti…”
Kemudian
anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Aku sering melihat
Ibu menangis tanpa sebab yang jelas.”
Sang ayah
menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan.”
Hanya itu
jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi
remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita begitu mudah menangis. Hingga
pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa
wanita mudah sekali mengangis?”
Dalam
mimpinya, ia merasa seolah Tuhan menjawab:
“Saat
Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya,
agar mampu menahan seluruh bebah dunia dan isinya. Walaupun begitu, bahu itu
harus cukup nyaman dan lembutuntuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan
kekuatan kepada wanita untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari
rahimnya, walau di kelak kemudaian hari ia kerap menerima cerca dan caci-maki
dari anak yang dilahirkannya itu.
Kuberikan
keperkasaan yang membuatnya pantang menyerah, tetap bertahan saat semua orang
putus asa.
Kuberikan
kepadanya kesabatan untuk merawat keluargana walau letih, walau sakit, walau
lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan
kepada wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya
dalam kondisi dan situasi apa pun.
Walau sering
anak-anaknya itu melukai hati dan perasaannya.
Perasaan
peka inilah yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk
menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan pada bayi saat
ia didekap dengan lembut.
Kuberikan
wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi
pelindung baginya. Sebab, tulang rusuklah yang mampu melindungi jantung dan
hati manusia agar tidak terkoyak.
Kuberikan
padanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian bahwa
suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula
kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami
agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
Dan akhirnya
Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaanya. Inilah yang khusus
Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya
inillah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenernya air mata ini adalah
air mata kehidupan.”
Sumber:
(Hari Teguh Patria, www.ukhuwah.or.id.)
Rabu, 12 Desember 2012
Wanita Malam
Langkah-langkah kecil ditengah hujan
rintik-rintik malam itu masih dijalani seorang wanita setengah baya itu.
Kelelahan mungkin sedang dirasakannya, “pekerjaan” yang menguras waktu,
menguras tenaga, mungkin juga sangat menguras pikiran.
***
Seorang wanita yang lahir dari keluarga yang
berada, berpendidikan, dan terpandang. Dunia menjadi satu-satunya tempat
berpijak, tak ada tujuan lain selain itu. Hanya dunia saja. Dia anak
satu-satunya, sejak kecil dia dirawat oleh dua orang perawat anak. Segala
kebutuhan hidup terpenuhi, materi, pendidikan, segala macam. Hanya satu yang
dia tak dapat. Kasih sayang orangtua yang dua-duanya hanya mementingkan karier
semata.
Wanita itu tumbuh menjadi gadis dewasa, tetap dia
tak menemukan jatidirinya, tak menemukan apa yang dia butuhkan. Orangtua tak
pernah berubah sedikitpun, baginya uang sudah cukup menggantikan kasih sayang
untuk anaknya. Karena hal tersebut akhirnya dia mencari kasih sayang ditempat
lain. Mencari seseorang yang bisa membahagiakannya walaupun dia tak tahu apa
arti ‘kasih sayang’ itu sebenarnya.
***
Pergaulan yang salah, tidak adanya aturan hidup,
apalagi tuntunan agama, mengenal sholatpun tidak. Bahkan mungkin dia tak pernah
tahu agama apa yang dia anut. Cukup miris memang, namun itulah kenyataan
hidupnya. Yang dia kenal hanya obat-obat terlarang yang bisa menenangkannya,
walau hanya sementara. Pergaulan dengan setiap laki-laki, gonta ganti pasangan
menjadi hal lumrah baginya. Tak ada yang salah fikirnya. Sampai suatu hari
diapun harus menanggung beban atas perbuatannya. Seks bebas membuatnya hamil
diluar pernikahan. Kecewa???tidak….tak pernah dia merasakan itu, hampir dia tak
peduli dengan hidupnya sendiri. Mungkin jika kematian pun menjemput dia saat
itu, dia tak akan pernah menolaknya.
Tercoreng…menurunkan harga diri, itu yang ada
dibenak orangtuanya ketika tahu anaknya harus mengandung tanpa ayah. Satu hal
yang sebenarnya harus mereka analisis, apa itu harga diri, apa itu kehormatan.
Bukan anaknya yang sebenarnya menurunkan harga diri, namun perbuatan dia
sendiri.
Karena rasa malu, karena rasa takut kehilangan
kehormatan, wanita itu akhirnya diusir dari rumahnya. Terlunta-lunta, entah
harus kemana dia pergi. Namun tidak pernah ada rasa penyesalan dihatinya.
Ditengah-tengah kebingungan itu, datanglah seorang nenek tua menghampirinya.
Dia bertanya, apa yang terjadi. Diceritakanlah semua pengalaman hidupnya,
sampai akhirnya dia harus mengandung benih laki-laki yang tidak
bertanggungjawab. Entah siapa itu, terlalu banyak yang harus bertanggungjawab.
Akhirnya si nenek tua itu mengajaknya tinggal bersamanya. Rumah kecil dengan
pekarangan yang tidak terlalu luas. Nenek penjual gorengan, walapun kondisi
badannya sudah tak memadai, namun tak ada lagi yang harus dia lakukan untuk
mempertahankan sisa hidupnya. Seorang tua renta yang kini menjadi orangtuanya,
nenek yang tulus menjaganya, walaupun tak ada hubungan darah sedikitpun
dengannya.
Bulan berganti, tak terasa kandungannya sudah
menginjak umur 8 bulan. Satu bulan lagi dia akan menjadi seorang ibu, sekaligus
seorang ayah. Namun di saat itu, nenek tua yang selama ini merawatnya harus
dipanggil oleh yang Maha Kuasa. Baru kali ini mungkin dia merasakan apa itu
kesedihan, kehilangan, ketakutan. Kesedihan kehilangan orang yang mencintainya
selama ini, dan ketakutan apa dia bisa menjalani hidup tanpanya. Namun inilah
kehendak-NYA.
Tak terasa, si bayi mungilpun lahir ke dunia.
Seorang laki-laki. Kebahagiaan terpancar dari wajah wanita itu. Berharap,
anaknya akan menjadi anak yang berguna bagi orang lain. Berjuta harapan dia
ungkapkan untuk anaknya.
Untuk menghidupi anaknya dia meneruskan
usaha si nenek, namun lagi-lagi setan menggodanya dengan
rayuan-rayuannya. Siang itu datang seorang tetangga, kira-kira 500 meter dr
rumahnya. Dengan gaya bahasa diplomatisnya, dengan raut wajah yang meyakinkan,
dengan sedikit rayuan, dia menawarkan sebuah pekerjaan. Tak perlu keterampilan,
tak perlu pendidikan tinggi, tak perlu keluar uang untuk sogokan. Pekerjaan
ringan namun menghasilkan uang banyak.
Siapa yang tak tergiur dengan pekerjaan seperti
itu, semua orang normal pasti ingin mempunyai pekerjaan seperti itu. Akhirnya
diapun menerima ajakan tetangganya itu.
Malam itu, menjadi hari pertama dia bekerja,
pekerjaaan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, namun memang dunia
seperti itu pernah dia rasakan. Menjadi seorang wanita malam, menjajakan diri
untuk setiap laki-laki tak tahu diri, menjual kehormatan yang selama ini
diperTuhan oleh orangtua yang sudah mengusirnya. Pekerjaan yang harus dijalani,
bukan tak ada pilihan lain, namun penghasilan yang menggiurkan yang membuatnya
berfikir tak ada pilihan lain.
Anak laki-laki itu, tumbuh menjadi anak yang
baik. Kehidupan yang dia jalani sama dengan anak-anak yang lain pada umumnya,
perbedaannya dia harus menanggung beban cemoohan masyarakat sekitar menyebut
dirinya sebagai anak tak punya ayah, anak seorang wanita malam. Anak laki-laki
yang baru berumur enam tahun itu, belum mengerti apa yang dikatakan orang. Dia
hanya tahu rutinitas sehari-hari yang dia lakukan, pagi harus berangkat sekolah
dan sore hari harus belajar mengaji. Hanya itu yang dia tahu.
***
Suatu malam si anak meminta ibunya untuk
menemaninya tidur. Dengan penuh kasih sayang ibunya memenuhinya. Dia ingin
menjadi orangtua yang baik, orangtua yang selalu ada untuk anaknya, orangtua
yang menyayangi anaknya bukan mementingkan kehormatan dan harga diri. Sambil
memandangi ibunya si anak bertanya “Bunda, tadi aku disebut anak seorang wanita
malam, emang bunda wanita malam yah??wanita malam itu apa bunda? Tanya si anak
dengan wajah lugu.
Wanita itu kebingungan, baru pertama kali anaknya
bertanya seperti itu. Namun dengan nada yang terbata-bata, wanita itu menjawab
“Kan bunda kerjanya malam hari, jadi ya disebut wanita malam”. Berbohong untuk
menutupi kebohongan yang lain. Namun sebuah kejujuran tidak mungkin dia katakan
pada anak sekecil itu. Tidaklah mungkin saat itu dia mengatakan bahwa inilah
ibumu Nak…seorang pelacur yang menjajakan tubuh dan kecantikan hanya untuk
mendapatkan uang.
“Oooh…begitu bunda, terus mereka juga mengatakan
kalau aku tak punya ayah, memang ayah kemana bunda” Tanya anaknya lagi.
“Ayah disurga Nak…”jawab Ibunya. Lagi-lagi
berbohong. Kemudian dengan wajah lugunya lagi dia bercerita.
“Bunda…tau ga…tadi ustad yang mengajar mengaji
berkata kalau kita banyak dosa, kita akan masuk neraka, tapi kalau kita banyak
mengingat Allah SWT maka kita akan masuk surga, berarti Ayah orang yang baik
yah Bunda.” Tanya anaknya lagi.
Termenung sejenak, tak bisa berkata-kata. Bukan
karena dia Tanya siapa ayahnya, bukan karena bertanya apa itu wanita malam.
Tapi kalimat itu yang selalu ada dibenaknya. Orang yang banyak dosa akan masuk
neraka. “Ya Allah….berapa banyak dosaku…sebanyak buih dilautankah???sebanyak
pasir dipantaikah???” bisik wanita itu. Astagfirullah. Baru kali ini dia
mengucapkan itu.
***
Keesokan harinya, tetangganya datang ke rumah,
dia bertanya kenapa hari ini tak beroperasi seperti biasa. Wanita itu hanya
menjawab, kalau dia lagi tak enak badan. Berfikir dan terus berfikir. Apa yang
dia cari selama ini. Hanya selembar demi selembar kertas. Dan apa yang dia
dapat dari semua itu??? Dosa besar.
Perkataan anaknya yang baru berumur enam tahun
itu, perkataan yang keluar dari mulut bocah yang tak mengerti apa-apa, bukan
perkataan dari seorang ulama, bukan perkataan dari seorang guru besar. Namun
entah kenapa membuat semua berubah total. Dia berniat untuk menghentikan semua
ini, semua kesalahan yang dia lakukan selama ini.
Hidayah itu datang melalui anaknya, anak yang tak
tahu siapa ayahnya. Anak yang orang bilang sebagai anak wanita malam. Suatu
hari, wanita itu bertanya kepada anak semata wayangnya.
“Nak….bunda boleh ikut mengaji”tanya wanita itu.
“Bunda, yang mengaji itu anak2 kecil lho…bunda kan sudah tua” kata anaknya.
“Ga papa, bunda hanya ingin bertemu ustadmu” kata
ibunya. “ya boleh, nanti aku bilang ke pak ustadnya yah bunda” jawab si anak.
![]() |
| ilustrasi admin |
![]() |
| ilustrasi admin |
***
Sore hari sekitar pukul 15.30, wanita itu pergi
bersama anaknya bertemu ustad ditempat pengajian anaknya. Dia banyak berdiskusi
tentang kesalahan2 yang sudah diperbuat selama ini. Apakah masih ada ampunan
dari Allah SWT untuknya. Ustad itu berkata “Allah SWT Maha Luas ampunannya,
belum terlambat selama nafas masih dirasakan. Berbuatlah kebaikan, hindarkan
diri dari larangan-NYA.” Kemudian wanita itu bertanya “Apakah Ustad mau
membimbingku”?. Kemudian Ustad itu menjawab “Tentu saja”.
Hampir setiap minggu wanita itu mendatangi Ustad
itu, untuk belajar, belajar apapun yang berhubungan dengan kebaikan termasuk
didalamnya belajar mengaji, belajar sholat. Penampilannya pun sudah berubah
total. Tak pernah dia lepas dari jilbabnya.
Waktu berlalu, berawal dari berdiskusi, belajar,
saling tukar pikiran, akhirnya timbul perasaan lain yang tidak wajar antara
mereka. Untuk menghindari zina, Pak ustad yang merupakan guru ngaji anaknya
bermaksud untuk melamar wanita itu. Tak peduli latar belakang wanita itu
seperti apa. Masa lalu adalah angin, hanya lewat. Patut diambil pelajaran dari
semua itu namun bukan untuk di hakimi.
Akhirnya pak Ustad pun melamar wanita itu. Lamaran
pun dilakukan didepan anaknya. Tanpa berfikir panjang, wanita itu menerima
lamarannya karena dia tahu anaknya pasti setuju. Beberapa minggu kedepan
pernikahanpun dilaksanakan. Pernikahan antara seorang ustad dan “mantan” wanita
malam. Mereka hidup bahagia yang Insya Allah didalam naungan dan ridho-NYA.
***
Kebahagiaan adalah milik siapapun, layak tidaknya
seseorang untuk orang lain, bukanlah manusia yang menilai. Yang pasti Allah SWT
pemilik keadilan yang sejati. Pasti ada hikmah disetiap kejadian. Pasti ada
pelajaran disetiap pengalaman.
Cerpen, coretan fitri, compasiana
Langganan:
Postingan (Atom)



