Seuramoe Rinyeun

Minggu, 07 Oktober 2012

Hari Ini Berulang Tahun



Pagi ini begitu saya buka email banyak dari forum-forum online mengucapkan selamat ulang tahun. Rupanya hari ini saya berulang tahun, suatu hal yang memang tidak pernah saya rayakan.
Hari ini Senin 8 oktober 2012 saya genap berusia sekian  tahun.
Adakah teman-teman yang berulang tahun hari ini juga ? Jika ada selamat ya .. Juga kepada teman-teman yang telah berkenan membaca tulisan ini, baik yang silent reader maupun yang memberi yang berkomentar, semoga kita tetap diberi kekutan oleh Allah SWT untuk terus menjalani hidup ini dengan menebar kebaikan dan berguna untuk orang lain … Amiin.
Sepertinya waktu berjalan sangat cepat, dari bulan kebulan tahun ketahun tidak terasa hari ini saya sudah berumur segini.
Benar juga hidup ini hanya sebentar, seperti seorang musafir yang sedang beristirahat dari perjalanan panjang, dunia ini panggung sandiwara, Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan beramal salih , saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran.
Ada memory yang tidak pernah terdelate dibenakku meski sudah puluhan tahun, diantaranya
- Ibu yang selalu menyayangi kami dan yang selalu menasehati kami
- Ayah yang sibuk bekerja menafkahi kami kadang ke tempat kerjaan walaupun di terik matahari. MaklumAyah kami berprofesi sebagai seorang petani.
Sebenarnya masih banyak kenangan yang tak terlupakan, tetapi terlalu panjang untuk dituliskan disini, bikin bosan yang baca hehehe. salam........

Kamis, 04 Oktober 2012

Aku dan kawan ku



Senyum hangat surya kala itu, tersentak sejenak entah bila masa lalu
Dulu hanya bintara di hampaan
Sang raja penuh kawalan dari terpaan kuningan lontaran besi tua
Aku dan kawan ku
Kamilah yang teriris segala kepediahan butiran maut
Dengan keihlasan hati dan teriakakan SEURAMOE MEKKAH
Aku dan kawan ku
Kamilah yang basah dengan nadi yang merekah
Di senyum hangat ku berkata di naluri
Tanpa kusadari peluh kesah linangan di pipi
Dulu hanya bintara sekarang pun masih tiada harga
Dengan jalan ku terpinggkal
Langkah kaki tak sejajar
Adakah yang mmelirik sudi????
Adakah aku dan kawanku
Kami di hiasi dengan janji janji itu
Masih dalam nohta sepenggal kata hudep saree matee sajan
Tapi aku dan kawanku
mengapa tidak di sertakan dalam SARE-SARE DAN SAJAN- SAJAN,
Aku dan kawan ku menanti jawaban mu....
Karya : tgk Asad Mursalin Al khatat (asad.mursalin@yahoo.co.id)

Minggu, 30 September 2012

Cara Abu Nawas, Melawan Arus Sang Raja



"Berkata Syeikh Maulana."Pada suatu hari datang dua orang mengadukan masalahnya kepadaku. Yang seorang aku dengarkan keluhannya. Tapi yang seorang lagi karena aku tak suka maka tak kudengar pengaduannya. Inilah resiko menjadi Kadi (Penghulu). Hai anakku, jika kelak kau suka menjadi Kadi maka kau akan mengalami hal yang sama, namun jika kau tidak suka menjadi Kadi maka buatlah alasan yang masuk akal agar kau tidak dipilih sebagai Kadi"
""
Abu Nawas orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang Badui Padang Pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. la juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. Ia sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun AI Rasyid Raja Baghdad. 
Mari kita mulai kisah penggeli hati ini.Bapaknya Abu Nawas adalah Penghulu Kerajaan Baghdad bernama Maulana. Pada suatu hari bapaknya Abu Nawas yang sudah tua itu sakit parah dan akhirnya meningga! dunia. Abu Nawas dipanggil ke istana. la diperintah Sultan (Raja) untuk mengubur jenazah bapaknya itu sebagaimana adat Syeikh Maulana. Apa yang dilakukan Abu Nawas hampir tiada bedanya dengan Kadi Maulana baik mengenai tatacara memandikan jenazah hingga mengkafani, menyalati dan mendo'akannya . 
Maka Sultan bermaksud mengangkat Abu Nawas menjadi Kadi atau penghulu menggantikan kedudukan bapaknya. Namun...demi mendengar rencana sang Sultan. Tiba-tiba saja Abu Nawas yang cerdas itu tiba-tiba nampak berubah menjadi gila. Usai upacara pemakaman bapaknya. Abu Nawas mengambil batang sepotong batang pisang dan diperlakukannya seperti kuda, ia menunggang kuda dari batang pisang itu sambil berlari-lari dari kuburan bapaknya menuju rumahnya. Orang yang melihat menjadi terheran-heran dibuatnya. 
Pada hari yang lain ia mengajak anak-anak kecil dalam jumlah yang cukup banyak untuk pergi ke makam bapaknya. Dan di atas makam bapaknya itu ia mengajak anak-anak bermain rebana dan bersuka cita. Kini semua orang semakin heran atas kelakuan Abu Nawas itu, mereka menganggap Abu Nawas sudah menjadi gila karena ditinggal mati oleh bapaknya.
Pada suatu hari ada beberapa orang utusan dari Sultan Harun AI Rasyid datang menemui Abu Nawas."Hai Abu Nawas kau dipanggil Sultan untuk menghadap ke istana." kata Wazir utusan Sultan. "Buat apa sultan memanggilku, aku tidak ada keperluan dengannya."jawab Abu Nawas dengan entengnya seperti tanpa beban. 
"Hai Abu Nawas kau tidak boleh berkata seperti itu kepada rajamu." "Hai wazir, kau jangan banyak cakap. Cepat ambil ini kudaku ini dan mandikan di sungai supaya bersih dan segar." kata Abu Nawas sambil menyodorkan sebatang pohon pisang yang dijadikan kuda-kudaan. Si wazir hanya geleng-ge!eng kepala melihat kelakuan Abu Nawas."Abu Nawas kau mau apa tidak menghadap Sultan?" kata wazir."Katakan kepada rajamu, aku sudah tahu maka aku tidak mau." kata Abu Nawas."Apa maksudnya Abu Nawas?" tanya wazir dengan rasa penasaran."Sudah pergi sana, bilang saja begitu kepada rajamu." segera Abu Nawas sembari menyaruk debu dan dilempar ke arah si wazir dan teman-temannya.... 
Si wazir segera menyingkir dari halaman rumah Abu Nawas. Mereka laporkan keadaan Abu Nawas yang seperti tak waras itu kepada Sultan Harun AI Rasyid. Dengan geram Sultan berkata,"Kalian bodoh semua, hanya menhadapkan Abu Nawas kemari saja tak becus! Ayo pergi sana ke rumah Abu Nawas bawa dia kemari dengan suka rela ataupun terpaksa.".Si wazir segera mengajak beberapa prajurit istana. 
Dan dengan paksa Abu Nawas di hadirkan di hariapan raja. Namun lagi-lagi di depan raja Abu Nawas berlagak pilot bahkan tingkahnya ugal-ugalan tak selayaknya berada di hariapan seorang raja."Abu Nawas bersikaplah sopan!!"tegur Baginda. "Ya Baginda, tahukah Anda......?""Apa Abu Nawas...?""Baginda...terasi itu asalnya dari udang !" "Kurang ajar kau menghinaku Nawas !""Tidak Baginda Siapa bilang udang berasal dari terasi?" Baginda merasa dilecehkan, ia naik pitam dan segera memberi perintah kepada para pengawalnya."Hajar dia! Pukuli dia sebanyak dua puluh lima kali." Wah-wah! Abu Nawas yang kurus kering itu akhirnya lemas tak berdaya dipukuli tentara yang bertubuh kekar. 
Usai dipukuli Abu Nawas disuruh keluar istana. Ketika sampai di pintu gerbang kota, ia dicegat oleh penjaga. "Hai Abu Nawas! Tempo hari ketika kau hendak masuk ke kota ini kita telah mengadakan perjanjian. Masak kau lupa pada janjimu itu?Jika engkau diberi hadiah oleh Baginda maka engkau berkata: Aku bagi dua; engkau satu bagian, aku satu bagian. Nah, sekarang mana bagianku itu?" "Hai penjaga pintu gerbang, apakah kau benar-benar menginginkan hadiah Baginda yang diberikan kepada tadi?""lya, tentu itu kan sudah merupakan perjanjian kita?""Baik, aku berikan semuanya, bukan hanya satu bagianl""Wah ternyata kau baik hati Abu Nawas. 
Memang harusnya begitu, kau kan sudah sering menerima hadiah dari Baginda." Tanpa banyak cakap lagi Abu Nawas mengambil sebatang kayu yang agak besar lalu orang itu dipukulinya sebanyak dua puluh lima kali.Tentu saja orang itu menjerit-jerit kesakitan dan menganggap Abu Nawas telah menjadi gila. Setelah penunggu gerbang kota itu klenger Abu Nawas meninggalkannya begitu saja, ia terus melangkah pulang kerumahnya.Sementara itu si penjaga pintu gerbang mengadukan nasibnya kepada Sultan Harun AI Rasyid. "Ya, Tuanku Syah Alam, ampun beribu ampun. Hamba datang kemari mengadukan Abu Nawas yang telah memukul hamba sebanyak dua puluh lima kali tanpa suatu kesalahan. Hamba mohom keadilan dari Tuanku Baginda."Baginda segera memerintahkan pengawal untuk memanggil Abu Nawas. Setelah Abu Nawas berada di hadapan Baginda ia ditanya. 
"Hai Abu Nawasl Benarkah kau telah memukuli penunggu pintu gerbang kota ini sebanyak dua puluh lima kali pukulan?"Berkata Abu Nawas,"Ampun Tuanku, hamba melakukannya karena sudah sepatutnya dia menerima pukulan itu.""Apa maksudrnu? Coba kau jelaskan sebab musababnya kau memukuli orang itu?" tanya Baginda."Tuanku,"kata Abu Nawas."Hamba dan penunggu pintu gerbang ini telah mengadakan perjanjian bahwa jika hamba diberi hadiah oleh Baginda maka hadiah tersebut akan dibagi dua. Satu bagian untuknya satu bagian untuk saya.; Nah pagi tadi hamba menerima hadiah dua puluh lima kali pukulan, maka saya berikan pula hadiah dua puluh lima kali pukulan kepadanya.""Hai penunggu pintu gerbang, benarkah kau telah mengadakan perjanjian seperti itu dengan Abu Nawas?" tanya Baginda. "Benar Tuanku,"jawab penunggu pintu gerbang. 
"Tapi ......hamba tiada mengira jika Baginda memberikan hadiah pukulan.""Hahahahaha....... !Dasar tukang peras, sekarang kena batunya kau!"sahut Baginda."Abu Nawas tiada bersalah, bahkan sekarang aku tahu bahwa penjaga pintu gerbang kota Baghdad adalah orang yang suka narget, suka memeras orang! Kalau kau tidak merubah kelakuan burukmu itu sungguh aku akan memecat dan menghukum kamu!""Ampun Tuanku,"sahut penjaga pintu gerbang dengan gemetar. 
Abu Nawas berkata,"Tuanku, hamba sudah lelah, sudah mau istirahat, tiba-tiba diwajibkan hadir di tempat ini, padahal hamba tiada bersalah. Hamba mohon ganti rugi. Sebab jatah waktu istirahat hamba sudah hilang karena panggilan Tuanku. Padahal besok hamba harus mencari nafkah untuk keluarga hamba." Sejenak Baginda melengak, terkejut atas protes Abu Nawas, namun tiba-tba ia tertawa terbahak-bahak,"Hahahaha...jangan kuatir Abu Nawas."Baginda kemudian memerintahkan bendahara kerajaan memberikan sekantong uang perak kepada Abu Nawas. 
Abu Nawas pun pulang dengan hati gembira.Tetapi sesampai di rumahnya Abu Nawas masih bersikap aneh dan bahkan semakin nyentrik seperti orang gila sungguhan. Pada suatu hari Raja Harun AI Rasyid mengadakan rapat dengan para menterinya."Apa pendapat kalian mengenai Abu Nawas yang hendak ku angkat sebagai kadi?"'Wazir atau perdana meneteri berkata,"Melihat keadaan Abu Nawas yang semakin parah otaknya maka sebaiknya Tuanku mengangkat orang lain saja menjadi kadi."Menteri-menteri yang lain juga mengutarakan pendapat yang sama."Tuanku, Abu Nawas telah menjadi gila karena itu dia tak layak menjadi kadi.""Baiklah, kita tunggu dulu sampai dua puluh satu hari, karena bapaknya baru saja mati. 
Jika tidak sembuh-sembuh juga bolehlah kita mencari kadi yang lain saja."Setelah lewat satu bulan Abu Nawas masih dianggap gila, maka Sultan Harun AI Rasyid mengangkat orang lain menjadi krdi atau penghulu kerajaan Baghdad. Konon dalam suatu pertemuan besar ada seseorang bernama Polan yang sejak lama berambisi menjadi Kadi. la mempengaruhi orang-orang di sekitar Baginda untuk menyetujui jika ia diangkat menjadi Kadi, maka tatkala ia mengajukan dirinya menjadi Kadi kepada Baginda maka dengan mudah Baginda menyetujuinya.Begitu mendengar Polan diangkat menjadi kadi maka Abu Nawas mengucapkan syukur kepada Tuhan."Alhamdu!i!lah........ aku te!ah terlepas dari balak yang mengerikan.Tapi.... sayang sekali kenapa harus Polan yang menjadi Kadi, kenapa tidak yang lain saja.
"Mengapa Abu Nawas bersikap seperti orang gila? Ceritanya begini:Pada suatu hari ketika ayahnya sakit parah dan hendak meninggal dunia ia panggil Abu Nawas untuk menghadap. Abu Nawas pun datang mendapati bapaknya yang sudah lemah lunglai. Berkata bapaknya,"Hai anakku, aku sudah hampir mati. Sekarang ciumlah telinga kanan dan telinga kiriku." Abu Nawas segera menuruti permintaan terakhir bapaknya. la cium telinga kanan bapaknya, ternyata berbau harum, sedangkan yang sebelah kiri berbau sangat busuk. 
"Bagamaina anakku? Sudah kau cium?""Benar Bapak!""Ceritakankan dengan sejujurnya, baunya kedua telingaku ini.""Aduh Pak, sungguh mengherankan, telinga Bapak yang sebelah kanan berbau harum sekali. Tapi... yang sebelah kiri kok baunya amat busuk?""Hai anakku Abu Nawas, tahukah apa sebabnya bisa terjadi begini?""Wahai bapakku, cobalah ceritakan kepada anakmu ini."Berkata Syeikh Maulana."Pada suatu hari datang dua orang mengadukan masalahnya kepadaku. Yang seorang aku dengarkan keluhannya. Tapi yang seorang lagi karena aku tak suka maka tak kudengar pengaduannya. Inilah resiko menjadi Kadi (Penghulu). 
Jika kelak kau suka menjadi Kadi maka kau akan mengalami hal yan,g sama, namun jika kau tidak suka menjadi Kadi maka buatlah alasan yang masuk akal agar kau tidak dipilih sebagai Kadi oleh Sultan Harun AI Rasyid. Tapi tak bisa tidak Sultan Harun AI Rasyid pastilah tetap memilihmu sebagai Kadi."Nah, itulah sebabnya Abu Nawas pura-pura menjadi gila. Hanya untuk menghindarkan diri agar tidak diangkat menjadi kadi, seorang kadi atau penghulu pada masa itu kedudukannya seperti hakim yang memutus suatu perkara. Walaupun Abu Nawas tidak menjadi Kadi namun dia sering diajak konsultasi oleh sang Raja untuk memutus suatu perkara. Bahkan ia kerap kali dipaksa datang ke istana hanya sekedar untuk menjawab pertanyaan Baginda Raja yang aneh-aneh dan tidak masuk akal. (**)

Sumber : http://liongasamgaram.blogspot.com

Senin, 24 September 2012

9 Tanda Bahwa Kamu Mempunyai Bakat Miskin


 Saat anda membaca judul berita aneh di atas, mungkin anda akan tertawa atau tidak percaya bahwa terdapat ciri-ciri dari bakat miskin. Yah, ciri-ciri di bawah ini sebenarnya adalah sebuah kesalahan kita yang mungkin belum anda sadari dan akibatnya jika kesalahan itu terus anda lakukan, bakat menjadi miskin itu akan terwujud.
Tentu di dunia ini tidak ada orang yang ingin menjadi miskin, terlebih lagi saat ini biaya unutk hidup semakin mahal dan terus bertambah. Nah, untuk itulah berita aneh kali ini mencoba berbagi tips agar kita setidaknya dapat mengetahui atau mencegah apa saja kesalahan kita tentang mengelola uang. Beriut adalah ciri-ciri jika anda mempunyai bakat miskin :

1. Saat anda baru saja menerima gaji, anda langsung berfikir bahwa anda ingin membeli apa. Anda hanya berfikiran bahwa saat ini masih tanggal muda dan uang yang anda miliki masih banyak.

2. Anda merasa bingung apabila uang yang ada di saku masih banyak.

3. Selalu menginventaris sahabat-sahabat anda yang biasanya menjadi tempat hutang.

4. Tidak akan bisa dan tidak mau menunda kesenangan, karena dengan itu uang anda tidak akan terasa telah banyak anda keluarkan.

5. Dengan kebiasaan yang anda lakukan, anda hanya akan bergembira saat seminggu setelah gajian karena minggu berikutnya anda harus berhemat.

6. Anda suka membeli sebuah barang yang berharga mahal namun tidak terlalu penting.

7. Anda tidak memahami bahwa apabila sumber uang masuk anda hanya satu yaitu melalui gaji, sumber uang yang dikeluarkan lebih dari 20 saluran.

8. Berteman dengan orang-orang yang tidak punya semangat untuk hidup dan selalu pasrah akan keadaanya.

9. Tidak akan pernah bisa menghargai hasil jerih payahnya sendiri, padahal sudah capek kerja selama satu bulan.

Nah, itulah berita aneh tentang ciri-ciri jika anda mempunyai bakat miskin. Mungkin jika anda tidak setuju akan artikel di atas itu dikarenakan anda saat ini masih belum merasakan apa sebenarnya arti hidup. Dan apabila anda nanti merasakannya, anda akan benar-benar dituntut agar dapat mengelola uang dengan baik. Semoga berita aneh di atas dapat bermafaat bagi anda, dan janganlah pernah bosan untuk selalu menabung demi masa depan nanti.


http://planetkentir.blogspot.com/2012/09/9-tanda-bahwa-kamu-mempunyai-bakat.html

Selasa, 07 Agustus 2012

Inilah Orang Penyumbang Emas Di Puncak Api Tugu Monas



Jangan Sampai Kita Tidak Mengenalnya, Inilah Orang Yang Menyumbang Emas Di Puncak Api Tugu Monas…
Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam , salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.
Orang-Orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markamlah saudagar yang dimaksud itu.
Itu baru segelintir karya Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Karya lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda.
Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia. Sampai sekarang pun, jalan-jalan itu tetap awet. Teuku Markam pernah memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, Palembang. Ia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor plat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.
Mengingat peran yang begitu besar dalam percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran Markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto. Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia. Aktivitas bisnisnya ditekan habis-habisan. Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tidak pernah direhabilitir. Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya.
Siapakah Teuku Markam ??
Teuku Markam turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat mengecap pendidikan sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).
Teuku Markam tumbuh lalu menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain. Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan clash antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis.
Sebagai prajurit penghubung, Teuku Markam lalu diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diemban Markam sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.
Adalah Gatot Soebroto pula yang mempercayakan Teuku Markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Waktu itu, Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menghendel masalah perekonomian Indonesia. Tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena “disiriki” oleh orang lain. Akibatnya Teuku Markam ditahan dan baru keluar tahun 1958. Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.
Keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola pampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya. Bisnis Teuku Markam semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor – impor dengan sejumlah negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.
Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Hasil bisnis Teuku Markam konon juga ikut menjadi sumber APBN serta mengumpulkan sejumlah 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Sebagaimana kita tahu bahwa proyek Monas merupakan salah satu impian Soekarno dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Peran Teuku Markam menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana untuk keperluan KTT itu.
Teuku Markam termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain seperti Menteri PU Ir Sutami, politisi Adam Malik, Soepardjo Rustam, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin, Suhardiman, pengusaha Probosutedjo dan lain-lain. Pada zaman Soekarno, nama Teuku Markam memang luar biasa populer. Sampai-sampai Teuku Markam pernah dikatakan sebagai kabinet bayangan Soekarno.
Sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tiada artinya di mata pemerintahan Orba. Ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme.
Tuduhan itulah yang kemudian mengantarkan Teuku Markam ke penjara pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba Jln Percetakan Negara. Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur. Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun.
Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto membuat hidup Teuku Markam menjadi sulit dan prihatin. Ia baru bebas tahun 1974. Ini pun, kabarnya, berkat jasa- jasa baik dari sejumlah teman setianya. Teuku Markam dilepaskan begitu saja tanpa ada konpensasi apapun dari pemerintahan Orba. “Memang betul, saat itu Teuku Markam tidak akan menuntut hak- haknya. Tapi waktu itu ia kan tertindas dan teraniaya,” kata Teuku Syauki Markam, salah seorang putra Teuku Markam.
Soeharto selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain yang kemudian dikelola PT PP Berdikari yang didirikan Suhardiman untuk dan atas nama pemerintahan RI. Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami (dua orang terakhir ini adalah tokoh Aceh di Jakarta) termasuk teman-teman Markam. Namun tidak banyak menolong mengembalikan asset PT Karkam. Justru mereka ikut mengelola aset-aset tersebut di bawah bendera PT PP Berdikari. Suhardiman adalah orang pertama yang memimpin perusahaan tersebut. Di jajaran direktur tertera Sukotriwarno, Edhy Tjahaja, dan Amran Zamzami. Selanjutnya PP Berdikari dipimpin Letjen Achmad Tirtosudiro, Drs Ahman Nurhani, dan Bustanil Arifin SH.
Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus “pinjaman” yang nilainya Rp 411.314.924,29 sebagai penyertaan modal negara di PT PP Berdikari.
Kepres itu terbit persis pada tahun dibebaskannya Teuku Markam dari tahanan.
Proyek Bank Dunia
Sekeluar dari penjara, tahun 1974, Teuku Markam mendirikan PT Marjaya dan menggarap proyek-prorek Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Tapi tidak satupun dari proyek-proyek raksasa yang dikerjakan PT Marjaya baik di Aceh maupun di Jawa Barat, mau diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Proyek PT Marjaya di Aceh antara lain pembangunan Jalan Bireuen – Takengon, Aceh Barat, Aceh Selatan, Medan-Banda Aceh, PT PIM dan lain-lain.
Teuku Syauki menduga, Rezim Orba sangat takut apabila Teuku Markam kembali bangkit. Untuk itulah, kata Teuku Syauki, proyek-proyek Markam “dianggap” angin lalu.
Teuku Markam meninggal tahun 1985 akibat komplikasi berbagai penyakit di Jakarta. Sampai akhir hayatnya, pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya. Bahkan sampai sekarang.
Sumber : menjelma

Rabu, 01 Agustus 2012

Aku Bernama Aceh


Aku Bernama Aceh
Aku lahir dari rahim ibuku yang cantik nan kaya
Ibu yang bertahta zamrut khatulistiwa
Ibu yang memiliki berangkas raksasa
Yang menyimpan harta qarun di mana-mana
Yang mengukir emas di atas menara

Aku bernama aceh
Terkadang aku malu pada tetangga
Karena mereka sangat tahu karakter ibuku
Ibu yang tidak selalu berlaku adil kepada anak-anaknya
Ibu yang kadangkala mengabaikan nilai perjuanganku
Menelantarkanku dalam kemelaratan dan nestapa

Aku bernama aceh
Yang memodali ibu mengusir para perampok itu
Agar ibbu dapat membeli seulawah satu
Kusumbangkan emas dan segala kemudahan
Agar ibu semakin kuat dalam perjuagan
Begitu tulus akan cinta takzimku pada ibu,
Dia lah ibuku
Ibu yang kuakui dengan sepenuh jiwa
Aku bernama aceh

Aku bernama aceh
Berpuluh tahun dalam amuk perang   saudara
Gempa dan tsunami datang melanda
Tak hitung getir dalam porak poranda
Jiwa raga remuk dan berkeping
Kembali bangkit merajuk puing
Sama bergerak tangan berganding

Aku bernama aceh
Kesepakatan helsingki adalah anugerah
Adalah masa depan yang penuh harapan
Maka ketika cinta kembali terbina
Haruskah jasadku terbelah tiga???

Wahai......
Damailah diri, damailah hati
Bangkitlah, tegak berdiri
Satukan visi, jalani misi
Kita balut luka yang lama tak terobati
Kita siramkan suksa mengering di embun pagi.....

sumber, gema Baiturrahman

Sahabat

Saat ini kita tak bisa lagi selalu bersama
Tak mampu lagi selalu bercengkrama
Namun itu semua bukan karena aku melupakan mu
atau kau melupakan ku…
Tapi itu lah hidup..
Kehidupan yang harus kita jalani.,.
Karena kita tak bisa selalu bersama..
Saat ini Kita berbeda warna beragam kesempatan
Karena.. itulah hidup…,
Kita mungkin berada pada waktu yang sama
Meskipun ditempat yang berbeda
tapi dengan beraneka corak dari waku itu sendiri.....